Rekomendasi 10 Aplikasi Belajar Bahasa Terbaik 2026
- Kabar Bahasa
- 22 April 2026 20:31
- 63X Dibaca
- Infografik
Infografis Rekomendasi 10 Aplikasi Bahasa Terbaik
Mempelajari dan menguasai bahasa lain selain bahasa ibu tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan karier, melainkan juga memiliki kebermanfaatan lain yang tidak semua mengetahuinya. Ellen Bialystok melakukan berbagai studi tentang kemampuan bilingualisme dan multilingualisme. Menurut penelitiannya, mempelajari dan menguasai bahasa lain sangat bermanfaat karena dapat meminimalisasi risiko demensia atau pikun. Selain itu, orang yang menguasai bahasa lebih dari satu bahasa akan berpotensi menunda gejala Alzheimer sekitar 4–5 tahun dibandingkan orang yang monolingualisme. Orang yang mempelajari dan menguasai bahasa lebih dari satu juga dianggap lebih fleksibel dalam berpikir dan lebih mampu memecahkan masalah.
Di era serbadigital seperti sekarang ini, kita semakin dipermudah dalam mempelajari dan menguasai suatu bahasa asing. Kemudahan tersebut dapat kita lihat dari beragamnya aplikasi-aplikasi belajar bahasa asing sesuai dengan kebutuhan yang kita cari. Berikut adalah 10 aplikasi belajar bahasa terbaik menurut KabarBahasa.id.
1. Duolingo
Aplikasi dengan jumlah unduhan terbanyak dari semua aplikasi bahasa ini menawarkan belajar bahasa dengan disertai animasi dan gim yang seru dan menarik. Fitur itu menjadikan aplikasi sangat ramah untuk semua kalangan dari anak-anak hingga dewasa. Tidak hanya itu, pengguna juga dapat menggunakan fitur Video Call untuk praktik berbicara dengan AI canggih yang dibuat oleh Duolingo. Ada lebih dari 40 bahasa yang ditawarkan, termasuk adalah bahasa Indonesia. Terdapat empat skill languages atau kemampuan bahasa dalam setiap bahasanya, yakni membaca, menulis, mendengar, dan berbicara.
2. Memrise
Mengusung konsep mengingat “memorize”, aplikasi ini menonjolkan sisi hafalan kosakata yang disertai dengan pemahaman bahasa nyata (real-life usage). Tentunya, hafalan dan pemahaman konteks tersebut disertai dengan dibuat senyaman mungkin untuk pengguna, seperti melalui flashcard atau kartu kosakata, spaced repetition atau pengulangan bertahap agar ingat lama, serta pastinya terdapat fitur video penutur asli (native speaker). Ada lebih 35 bahasa yang dapat dipilih pengguna, termasuk adalah bahasa Indonesia.
3. Tandem Language Exchange
Sedikit berbeda dengan dua aplikasi sebelumnya, aplikasi Tandem ini memiliki keunggulan dalam komunitas bahasanya. Pengguna dapat bergabung ke berbagai komunitas bahasa yang tersedia, selanjutnya dapat mengirim video atau pesan bahkan melakukan video call ke sesama pengguna untuk mendapat saran dan masukan. Tidak perlu khawatir bagi pemula, karena dalam aplikasi ini terdapat fitur penerjemahan jika pengguna benar-benar tidak mengetahui kosakata yang disampaikan oleh rekan bahasanya. Terdapat 300+ bahasa yang dapat pengguna pilih dan kuasai, disesuaikan dengan rekan bahasa tentunya.
4. Busuu
Apabila Anda ingin memperbanyak praktik bahasa, maka aplikasi Busuu dapat menjadi salah satu alternatif terbaik untuk Anda. Aplikasi ini menawarkan latihan yang seimbang dan komprehensif, yakni antara kursus terstruktur seperti layaknya di kelas dengan disertai interaksi dengan para penutur jati (native speaker). Aplikasi ini memuat materi dari level kemampuan bahasa terendah (A1) hingga yang paling mahir (C1). Ada lebih 14+ bahasa yang disediakan dalam aplikasi ini, yaitu bahasa Arab, Mandarin, bahasa Belanda, bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Jerman, bahasa Italia, bahasa Jepang, bahasa Korea, bahasa Polandia, bahasa Portugis, bahasa Rusia, dan bahasa Spanyol.
5. Mondly Languages
Aplikasi ini menawarkan pengalaman teknologi selama proses belajar bahasa. Aplikasi ini memfokuskan pada percakapan praktis dengan disertai teknologi canggih, seperti AI, voice recognition, bahkan AR/VR. Hal ini menjadikan pengguna akan merasakan pengalaman mengobrol layaknya di dunia nyata. Ada lebih dari 41 bahasa yang ditawarkan dalam aplikasi ini, termasuk bahasa Indonesia.
6. Drops
Aplikasi yang dibuat pada 2015 ini merupakan karya Daniel Farkas and Mark Szulyovszky asal Estonia. Dengan menawarkan pengalaman belajar bahasa dengan fokus ke kosakata, aplikasi ini dilengkapi dengan fitur visual dan gim yang menarik mata. Pengguna akan diajarkan kata dan frasa melalui gambar-gambar serta mini gim yang interaktif. Hal ini tentu menjadikan aplikasi ini diminati karena pengguna tidak akan cepat bosan dalam belajar bahasa. Ada lebih dari 55 bahasa yang dapat dipilih oleh pengguna, salah satunya adalah bahasa Indonesia.
7. Babbel
“Serius, tapi praktis”. Ini mungkin ungkapan yang cocok untuk disematkan ke aplikasi ini. Konten bahasa dibuat seprofesional mungkin dengan mengunggulkan pada tata bahasa (grammar), kosakata (vocabulary), hingga percakapan nyata (real-life). Pengalaman percakapan ini akan menjadikan pengguna lebih dapat mengobrol di situasi nyata, tidak hanya sebatas penghafalan kosakata. Aplikasi ini juga menawarkan speech recognition yang berguna membantu pengguna mengecek pengucapan sekaligus mendapatkan umpan balik (feedback) secara langsung. Terdapat lebih dari 35 bahasa yang disediakan dalam aplikasi ini, termasuk adalah bahasa Indonesia.
8. Rosetta Stone
Aplikasi ini dapat dikategorikan sebagai salah satu aplikasi bahasa tertua dan klasik karena dirilis pada 2014. Rosetta Stone menawarkan pengalaman belajar layaknya seorang anak belajar yang sedang mempelajari bahasa ibu. Fokus pada gambar, suara, serta konteks, aplikasi ini menuntut pengguna untuk lebih bisa menggunakan kemampuan otak dan memori. Dengan metode belajar berupa immersion, pengguna seakan dipaksa untuk memahami bahasa dari konteks-konteks yang tercipta. Ini tentu mirip seperti seorang anak kecil yang mulai belajar bahasa. Jangan khawatir, aplikasi ini tidak hanya bisa dipakai secara daring (online), melainkan juga dapat secara luring (offline) di berbagai perangkat.
9. HiNative
Aplikasi ini agak berbeda dengan kebanyakan aplikasi yang telah disebutkan. HiNative menawarkan pengalaman kepada pengguna berupa sebuah forum tanya jawab dengan penutur jati (native speaker). Jadi, aplikasi ini mengunggulkan fitur tanya jawab atau Q & A (question & answer). Anda akan dapat kesempatan untuk bertanya tentang apa saja kepada pengguna bahasa asing tersebut, seperti terkait arti kata, tata bahasa, bahkan budaya. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur voice note yang dapat digunakan pengguna untuk meminta umpan balik kepada rekan pengguna jati bahasa asing. Ada lebih dari 110 bahasa yang tersedia dalam aplikasi ini, salah satunya tentu adalah bahasa Indonesia.
10. HelloTalk
Keunggulan aplikasi ini terletak pada tampilan aplikasi yang serupa dengan media sosial, tetapi khusus untuk belajar bahasa. Karena tampilannya inilah menjadikan pengguna dapat berinteraksi dengan pengguna HelloTalk dari seluruh dunia. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat melakukan percakapan atau chatting dengan native speaker. Baik melaui chat text, voice note, video call, bahkan voice room. Terdapat fitur tambahan yang melengkapi keunggulan aplikasi ini, yakni keberadaan terjemahan otomatis dan koreksi grammar.
BACA JUGA
Berita Populer
Gender dalam Kuliner Nusantara, Jadikan Bakso Identik Gender Maskulin
- 09 Maret 2026 15:33