KabarBahasa.id – Portal informasi bahasa yang menyajikan berita, opini, tokoh, dan kajian ilmiah seputar perkembangan bahasa, literasi, dan budaya di Indonesia.

Hubungi Kami

Brebes Dijuluki "Sundanya Jawa", Bahasa Sunda Eksis di Tanah Jawa

Brebes Dijuluki

Wilayah Kabupaten Brebes berbatasan langsung dengan wilayah Jawa Barat (Foto: id.wikipedia.org)

Orang awam akan sepakat bahwa Kabupaten Brebes adalah salah satu wilayah pengguna bahasa Jawa Ngapak. Bersama dengan Tegal dan Pemalang, Brebes turut menjadi simbol dari eksisnya bahasa Jawa dialek Pesisir Utara Bagian Barat (DBJPUB).

Namun, tahukah jika Brebes ternyata juga dijuluki "Sundanya Jawa"? Julukan ini disematkan karena wilayah-wilayah di kabupaten Brebes ini ada yang menggunakan bahasa Sunda dan sangat lekat dengan budaya Sunda.

Ada tujuh kecamatan dari 17 kecamatan di Kabupaten Brebes yang masyarakatnya lekat dengan bahasa Sunda, yakni Salem, Bantarkawung, Ketanggungan, Banjarharo, Kersana, Losari, dan Larangan.

Dari ketujuh wilayah tersebut, Salem menjadi kecamatan yang paling kuat pengaruh bahasa dan budaya Sundanya. Adapun enam lainnya, pengaruh Jawa dan Sunda sama-sama dominan.

Hal ini adalah wajar karena Brebes merupakan wilayah di Jawa Tengah yang memiliki perbatasan langsung dengan wilayah Jawa Barat. Salem, Banjarharjo, dan Losari menjadi kecamatan yang berbatasan langsung dengan Jawa Barat.

Maka, tidak heran, wilayah tersebut, terutama Salem, memiliki penduduk yang fasih berbahasa Sunda, bahkan Sunda yang halus. 

Kekayaan bahasa dan budaya ini selayaknya memang patut dijaga dan dilestarikan. Kebijakan bahasa, seperti muatan lokal bahasa, di sekolah yang berada di wilayah-wilayah ini semestinya memang disesuaikan dengan mayoritas masyarakatnya, yakni Bahasa Sunda. 

Masyarakat di kecamatan-kecamatan tersebut jangan dipaksakan belajar bahasa Jawa sebagai muatan lokal di sekolah. Hal ini karena bahasa keseharian mereka sejatinya adalah bahasa Sunda.

Kebijakan bahasa seperti ini alangkah baiknya memang menyesuaikan pemetaan masyarakatnya, bukan disamaratakan sesuai wilayah geografisnya. Tujuannya, agar semua bahasa-bahasa daerah tetap eksis dan lestari.