Yuk, Tulis "Idulfitri" Bukan "Idul Fitri" untuk Konsisten Ejaan dan Makna
- Kabar Bahasa
- 19 Maret 2026 19:25
- 167X Dibaca
- Kabar
"Idul Fitri" tidak baku dalam KBBI
Kemandirian suatu bangsa salah satunya terlihat dari kedaulatan bahasa yang digunakan. Kedaulatan itu dapat terwujud apabila setiap pihak secara konsisten dan patuh dalam penulisan ejaan yang telah ditetapkan. Salah satunya adalah konsistensi dalam penulisan "Idulfitri".
Masyarakat awam acapkali keliru dalam penulisan kata tersebut. Mereka seringnya akan menuliskan "Idul Fitri". Padahal, dalam KBBI, kata tersebut dianggap tidak baku lho.
Ada alasan ilmiah mengapa kata tersebut harus ditulis "Idulfitri" alih-alih "Idul Fitri". Kata ini tentu diserap dari bahasa Arab, yaitu sebuah kata yang terdiri atas morfem "id" dan "alfitri".
Apabila mengacu ke penulisan huruf Arabnya, عيد الفطر, terdapat harakat damah ( ُ ) pada morfem "id" yang dibaca /u/. Dengan demikian, karena itu merupakan satu kesatuan, muncul bunyi [u] di antara "id" dan "alfitri" menjadi "id(u)lfitri". Dari alasan linguistik itu, maka penulisan "Idul Fitri" kurang tepat karena bunyi [(u)l] itu melekat pada kata "fitri".
Selain secara ejaan, masyarakat awam juga sering kali mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri". Padahal, secara makna, frasa tersebut dapat dikatakan kurang tepat karena adanya redundansi atau pengulangan makna.
Secara leksikal, morfem /id/ sebenarnya sudah bermakna 'hari raya'. Oleh karena itu, apabila kita mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri", maka maknanya 'selamat hari raya hari raya fitri'.
Dengan demikian, kita dapat mengucapkan "Selamat Idulfitri" agar sesuai baik ejaan baku maupun efektivitas makna.
BACA JUGA
Berita Populer
Gender dalam Kuliner Nusantara, Jadikan Bakso Identik Gender Maskulin
- 09 Maret 2026 15:33
Sempurnakan Tulisanmu Hanya Rp25,- per Kata, Gratis Satu Editing Ulang
- 09 Maret 2026 16:06